… dan aku merindukanmu. setelah hari itu

DAFTAR BUKU YANG PERNAH DIPUBSLISH

Namaku Mahasiswa (2012)

Langit Terbakar Saat Anak-Anak Itu Lapar (2013)

Negeri Sembilan Matahari (2013)

Yang Tak Sempat Kusampaikan (2015)

Api Tanpa Tungku (Stil Editing)

Catastrophe (Still Editing)

Diagnosa (Stil Editing)

Namaku Mahasiswa (Pustaka Jingga, 2012)

Namaku Mahassiswa. Dipublish dan diterbitkan tahun 2012 oleh Pustaka Jingga.
Ini adalah buku pertama Isak Harry. Merupakan sekumpulan puisi tentang kritik sosial yang bertajuk protes seorang demonstran. Isak Harry ketika menerbitkan buku ini sedang aktif di salah satu organisasi gerakan mahasiswa ( Front Mahasiswa Nasional, sebagai pimpinan Ranting bidang Pendidikan dan Propaganda)

Langit Terbakar Saat Anak-Anak Itu Lapar (SAWTAKA, 2013)

langit Terbakan Saat Anak-Anak Itu Lapar. Merupakan antologi puisi prosa liris kritik sosial. Dipublish dan diterbitkan oleh Sastra Welang Pustaka (Sawtaka) tahun 2013. Buku ini ditulis bersama 50 Sastrawan/Penyair Indonesia. Kemudian diendors oleh beberapa penulis kawakan seperti Ratna Sarumpaet, Afrizal Malna, dll.

Negeri Sembilan Matahari (SAWTAKA, 2013)

Negeri Sembilan Matahari. Juga dipublish dan diterbitkan oleh Sastra Welang Pustaka (Sawtaka) tahun 2013. Sama seperti Buku Langit Terbakar Saat Anak-anak itu Lapar. Buku ini juga ditulis bersama 50 Sastrawan Indonesia. Kemudian diendors oleh beberapa penulis kawakan yaitu: Joko Pinurbo (Jokpin), Gerson Poyk, dkk.

Yang Tak Sempat Kusampaikan (Indie Book Corner, 2015)

Yang Tak Sempat Kusampaikan. Merupakan sepilihan puisi-puisi Isak harry bertajuk romansa dan romantisme. Diterbitkan tahun 2015 oelh Indie Book Corner, Jogjakarta. Banyak yang beranggapan bahwa buku ini adalah buku tentang romansa tentang seorang lelaki dan lawan jenisnya. Padahal beberapa puisi yang ada disana tidak melulu tentang cinta terhadap lawan jenis semata. Tetapi juga terhadap semesta dan hari tua.

Janin” dalam buku : Yang Tak Sempat Kusampaikan

… sayangku! Maaf, aku harus meninggalkanmu sendirian di lorong ini. Tentu rincik air akan mengucapkan salam untukmu. dan dingin akan menyeruak di kulitmu yang lembut.

untukmu sayangku: aku akan menghiburmu dengan puisi ini.  sementara itu

kau, panggil saja nama ibu